12/16/18

Semoga yang dimungkinkan

Pada pojok ingatan terdalam
Buku usang, gersang
Lembar demi lembarnya menguning
Diam-diam dalam kelam
Draf-draf kosong
Ide-ide buram
Kegelisahan tak tertulis
Manusia yang tidak peduli, mungkin.

Halo, apa kabar?
Ternyata sudah hampir 3 tahun tidak berkunjung. Beberapa tahun ini memang banyak hal yang terjadi, banyak yang seharusnya tertulis di sini. Sayang belum terjadi. 

Mungkin perlu waktu untuk mengingat lagi semua hal yang terjadi beberapa tahun belakangan; Akhir kuliah, skripsi, sidang, wisuda, pelepasan, pekerjaan, dan banyak peristiwa diantara itu semua. Semoga ingatan gua masih sanggup mengambil lagi semua detail dari ujung-ujung terjauh neuron otak. 

Dulu gua pernah berhipotesa, usia mempengaruhi jumlah tulisan. Ya ternyata hal itu benar. Paling tidak untuk gua. Hal itu bener-bener gua rasakan sejak akhir kuliah. Kesibukan yang bertambah berjalan linier dengan waktu yang perlu dialokasikan. Saat ada waktu kosong, waktu itu selalu gua gunakan untuk istirahat. Bahkan waktu untuk main game gua juga sudah jauh berkurang sekarang. Mungkin ada benarnya juga gambar ini:

Tapi mungkin juga gua cuma menghindar dari kenyataan lain. Mungkin memang gua ga ada kemauan sendiri untuk nulis lagi, dengan menggunakan kesibukan sebagai pemanisnya. Mungkin gua terlalu terfokus pada apa yang harus gua kerjakan, mengesampingkan semua yang opsional, yang tidak penting, yang tidak signifikan. Mungkin menulis blog bagi gua sudah tidak relevan lagi, kuno. Mungkin.

Entahlah apa yang menjadi alasan utamanya, mungkin akumulasi semua alasan itu-lah yang jadi alasan utamanya. Mungkin ini yang orang-orang sebut writer's block. Kondisi penulis yang tidak bisa menulis lagi, kehilangan ide, kemauan, dan alasan. Mungkin. Tapi mungkin juga itu cuma alasan yang dibuat-buat agar punya sesuatu yang bisa disalahkan. Bisa jadi.

Yang jelas gua selalu senang bisa klik kotak oranye dengan kata publish di atas layar gua setelah menulis apapun. Gua selalu senang bisa denger ada orang baru lagi yang baca blog ini. Rasanya menyenangkan bisa tau ada orang lain yang baca cerita-cerita bodoh gua. Semoga tulisan ini dan selanjut-selanjutnya tidak cuma menjadi draf-draf yang menunggu dihapus. Semoga semakin banyak lagi alasan-alasan lain untuk menulis. Semoga ini menghilangkan semua mungkin-mungkin. Semoga.

2/18/16

Kersos kemarin

Cuma sempat foto sedikit.

Rumah,

Keluarga yang gua tinggalin rumahnya baik banget, tiap malem dibikinin ketan yang dikepel mirip onigiri, Nothing special, tapi rasanya men, bikin kelepek-kelepek. Sayang lupa gua foto makanannya, sibuk mengunyah sepertinya. Rumahnya sederhana, tapi nyamannya luar biasa. Hampir gua mangkir kerja proyek gara2 keenakan di rumah. Rumah ini ada kakek, nenek, teteh, sama 2 anak kecil. Yang bisa bahasa indonesia cuma teteh, cukup lucu harus bicara lewat penerjemah ke orang indonesia juga. Ada TV kecil, kalo hujan sinyalnya jelek, jadi gabisa nonton. Ada kamar belajar, dindingnya bambunya penuh gambar-gambar dan tulisan alfabet. Ada kompor, tapi nenek lebih suka pake kayu bakar. takut kalo pake LPG katanya. Tidak ada toilet, begitulah adanya



Pedesaan,

Jalanannya masih tanah, jadi kalo habis hujan tanah nempel semua di alas kaki. Licinnya luar biasa, bisa main ice skating, tapi di tanah. Land skating........you get the idea. Bahkan waktu kersos kemarin ada mainan, siapa yang bisa jatoh paling sedikit dari rumah ke lapangan menang dan dibeliin jasjus. Pemandangan anak teknik kepeleset menjadi hal yang lumrah di sana. Sayang gua gak sempet moto mereka, gua juga kepeleset soalnya. Di sini, orang pasirhaur(nama desa ini) makan dari hasil tani mereka sendiri, Nasi pasirhaur lebih keras dan kenyal, tapi tetap enak.




Lapangan,

Tempat kumpul, tempat tenda panitia, tempat senam sebelum proyek, tempat pembagian pyoyek, tempat main bola sama anak2, tempat beli jasjus. di sampingnya ada SD. Pernah waktu itu hujan deras, gua dan mentor lain lagi eval dan ngambil beras sama telur buat makan malam di tenda panitia di tengah lapangan. Pancang tendanya lepas. tendanya hampir keangkat. Semua panik, mirip salah satu scene di resident evil, cuma ga ada zombienya. Sayang gasempet moto, sibuk masangin lagi pancang tendanya. Mentor balik ke rumah setelah itu, ujan2an karena takut menteenya kelaperan. Lari-lari, sambil kepeleset pastinya.




Hujan,

Lumayan deras, padahal kata teteh di sana jarang hujan sederas itu. Kalo hujan biasanya cuma duduk di luar, sambil ngobrol ngelantur sama tetangga sebelah. Atau makan ketan sama singkong. Gua selalu suka duduk di luar kalo lagi hujan, nyaman banget, somewhat relaxing. Yang pusing itu kalo mau ke kamar mandi, jalan kemana-mana kepeleset, toilet terdekat ga ada atapnya, toilet yang ada atapnya jauh di atas, harus naik lagi, harus kepeleset lagi.

 



Kelompok,

Ada 1 lagi mentornya, anak elektro 2013, om panggilannya, saya juga tidak tahu kenapa. Sisanya anak sipil, elektro, dan metal. Masing masing punya sifat yang berbeda dan hampir bertolak belakang, lucu juga liat mereka di satu rumah. Mungkin kalo di kampus mereka gak akan kenal satu-sama lain. Si om hobi banget tidur. Pernah hampir telat senam gara2 si om ketiduran. Untung gak mimpin senam kaya tahun sebelumnya.


DTK,

Cukup ramai kalo dibandingin sama beberapa departemen lain, membanggakan. Semoga kedepannya tekim jadi yang paling banyak peserta dan mentornya.


Tahun ini mungkin gua gak bisa ikut kersos lagi, tapi siapa yang tau. Selalu ada kejutan setiap harinya. Semoga saja

1/1/16

Mereka Bilang Bahagia Itu Sederhana

Beberapa waktu lalu, gua dikasih kesempatan buat ngunjungin saungnya TIS. TIS ini adalah Technique Informal School, salah satu lembaga luar biasa di FTUI yang bergerak di bidang pendidikan untuk anak-anak kurang mampu. Mereka punya saung yang mereka bikin sendiri di tengah-tengah pemukiman pemulung(Karang Pola, Pasar Minggu), di situ mereka ngadain kelas buat anak2 pemulung yang ada di sekitar daerah itu. Selain ngajar baca-tulis, dan mata pelajaran dasar lain, mereka juga ngajarin ilmu keteknikan. Luar biasa bukan? Caranya itu dengan main game yang ada hubungannya sama keilmuan keteknikan. Gua selalu kagum sama mereka, dan udah lama gua mau liat secara langsung semua kegiatannya.

TIS waktu itu kebetulan lagi ngundang IMTK buat kunjungan. Jadi gua langsung meluncur ke sana (tidak secara harfiah). Sebelumnya gua sama sekali gak punya gambaran gimana bentuk saung mereka. Singkat cerita gua turun dari angkot sama anak2 IM di depan pintu masuk ke saung karpol. Begitu turun yang gua lihat bukan rumah dengan atap seng atau asbes sama dinding anyaman dari bambu. Tapi Sevel. Iya sodara-sodara sevel. Tempat nongkrong anak2 yang katanya gaul. Gua jadi curiga karena kebanyakan main sama anak2 TIS anak2 pemulung itu jadi kepikiran buka franchise sevel buat nongkrong2 lucu. Ternyata enggak. Gak berapa lama ada anak TIS yang ngejemput kita ke dalem perumahannya. Dari pintu masuk yang gua lihat adalah perumahan yang bagus, rata2 punya mobil dan motor. Ini pemulungnya mendadak kaya apa gimana ? Ternyata semakin ke dalem keadaan lingkungannya berubah cukup drastis. Dari pagar besi yang tinggi-tinggi menjadi pagar bambu sederhana, dari jalan aspal menjadi tanah setapak, sampah di mana-mana, di situ ada bapak2 tua yang lagi mulung plastik. Gua sapa, beliau sapa balik dengan senyum, wajahnya terlihat lelah. Beberapa menit kemuadian akhirnya gua ada di tengah2 pemukiman pemulung. Sungguh lucu, seakaan baru mengarungi 2 alam yang berbeda. Di tengah2 pemukiman ada bangunan yang cukup baru, tidak terlalu besar, dindingnya terbuat dari triplek dan di dalamnya ada karpet biru dan buku-buku yang ada di atas meja-meja belajar.

Waktu gua dateng ternyata mereka baru selesai kelas. Muridnya cukup banyak, dan setelah tanya2 ke anak TIS sebagian besar dari mereka gak sekolah sama sekali, banyak yang belum bisa baca tulis. Cukup membuat gua berfikir, betapa beruntungnya gua, bisa sekolah, bisa belajar. IMTK waktu itu bikin game buat anak2nya. Sederhana sekali : Telur yang bisa masuk ke botol yang dipanasin dari dalam, sama air dalam plastik yang gak tumpah kalo ditusuk pensil. Dua-duanya hukum fisika sederhana. Tapi anak2nya luar biasa girang. kaya abis menang 1 milyar di who wants to be a millionaire, atau abis menang piala presiden. Bener2 membingungkan. Setelah beberapa lama main-main sama mereka, kita evaluasi dan pulang. Satu hal lain yang menarik bagi gua adalah TIS punya database nilai setiap anak asuh mereka dan setiap minggu selalu dipantau perkembangannya. Gua cuma bisa lebih kagum lagi.

Selama perjalanan pulang, gua masih bingung kenapa mereka bisa sebahagia itu padahal hidup mereka sebegitu gak berpihaknya sama mereka. Sampai suatu waktu gua bisa simpulkan :

 
 
Karena bagi mereka, bahagia itu sederhana. Sesedehana itu.

Semangat terus pejuang TIS ! semoga amal baik kalian dibalas nantinya.

12/24/15

Setengah lima, setengah gila

Liburan semester.

Ya, lagi-lagi gua cuma bisa nulis sewaktu liburan. Padahal gua selalu pengen nulis di sela-sela waktu kuliah. Namun apa daya, saya hanya mahasiswa biasa, yang sibuk sendiri akan urusan kuliah sana-sini. Selalu gak sempet nulis di sini. Ah atau jangan-jangan karena gua yang gak mau menyisihkan waktu ? Memberikan porsi waktu yang jauh lebih banyak buat kuliah daripada urusan lain. Mungkin saja, gua juga gak yakin. Mungkin memberikan sedikit waktu gua buat nulis menjadi lebih mahal seiiring dengan semakin dewasa. Gak asik. Sebentar, memangnya waktu bisa diberikan ? apakah gua punya "waktu" yang bisa gua bagi ? Kalau tidak berarti gua gak bisa memberikan, atau menyisihkan. Jadi apa sebenarnya waktu ? Punya siapa waktu ? Aku pun tak tahu. Yang pasti, waktu tidak berpihak, tidak diberikan, maupun disisihkan untuk gua buat nulis beberapa bulan ke belakang.....tapi apakah waktu bisa berpihak ? apakah ia punya pikiran ? Apakah waktu punya wujud ? Seperti Kronos atau Saturnus, personifikasi waktu dari yunani dan romawi ? Lagi-lagi, tidak ada yang tahu. Kecuali Satu.

Semester lima gua berakhir beberapa hari kemarin. Semakin banyak pengetahuan gua tentang tekim(semoga). Di tengah-tengah semester lima gua kemarin gua benar-benar lelah. Entah kenapa, capek luar biasa, macem abis marathon di gurun sahara, atau kaya ngangkat atlit angkat besi sama beban bebannya. Setengah gila. Ya, setiap orang pasti pernah di fase itu sih. Suatu hari, gua lagi duduk-duduk di kampus sambil mainin gitar orang, entah gitar siapa. Salah sendiri ditaro di situ. Kebetulan juga hari itu lagi banyak maba yang lagi nanya-nanya sama seniornya soal kehidupan kampus. Tw-tw namanya kalo di teknik. Tampar wajah-tampar wajah, jadi abis nanya2 kehidupan kampus kita saling tampar wajah untuk menunjukkan persahabatan antara senior dan junior. Gadeng. Transfer wawasan yang bener. Yaa mirip-mirip transfer uang di ATM lah. Sama-sama transfer, cuma bedanya ini ga ada uangnya sama ga ada ATMnya. Jadi sebenernya gak mirip. Jangan bakar saya. Nah, balik lagi, ketika gua lagi mengosong sambil main lagu Desembernya ERK. Satu maba tiba-tiba dateng dan nanya "Desember ya kak?", lalu gua jawab "Bukan dek ini bulan Oktober" dan kita saling tampar. Ngaco. Yaa intinya dia tau lagu yang gua mainin dan abis itu kita ngobrol2 dan pada akhirnya dia merekomendasikan satu band ke gua : Sore.

Setelah gua cari-cari tau lagunya ternyata sore ini udah banyak sepak terjangnya, dan bagus-bagus banget lagunya. Dan udah dari dulu ada di belantika musik indonesia(gua selalu pengen pake kata-kata ini). Lagi-lagi gua ketinggalan band bagus di Indonesia. Dari sekian banyak lagu Sore, gua menemukan lagu "Setengah Lima" :

Suara bisikan hanyut 
Dalam pengikis bunga layu
Sampai aku akhirnya merasakan
 
Mati suri di taman  

Mati suri di taman 
Mati suri di taman
Mati suri di taman
 
Biarkan rasaku yang menggarang 

Menjamah sedu ayu meluangkan waktumu 
Dan kau suka
 
Mati suri di taman 

Mati suri di taman 
Mati suri di taman
Mati suri di taman

Gua suka banget pengulangan kata mati suri di taman. Mati suri, fenomena mati gak jadi. Selalu jadi kontroversi. Di KBBI sendiri mati suri berarti tampaknya mati, tapi sebenarnya tidak. Yang selalu terbayang sama gua saat denger lagu ini adalah suasana jam setengah lima sore, jam di mana hampir semua orang lelah, jam capek, orang kantoran yang habis kerja seharian, anak kecil yang habis main bola di lapangan dari siang, ibu-ibu penjual peyek yang habis keliling berkilo-kilo. Menemukan sebuah bangku di taman, lalu memutuskan untuk istirahat sejenak. Terlelap, menghilangkan kegetiran dan melupakan lelah, sejenak. Seperti mati, nyatanya tidak. Hanya terlelap meninggalkan dunia, sementara, tentu saja.

Gua sendiri gak tau maksud sebenernya dari lagu ini. Tapi yang pasti lagu ini selalu membuat gua tenang, membuat gua mengingat banyak orang yang lebih capek dari gua, dan capeknya gua bukan apa-apa. Membuat gua mati suri sejenak, dan melanjutkan hidup seterusnya. 

9/24/15

Naif

Inginnya seperti persamaan linear
Berjalan lurus saja, datar
Tak sulit untuk diterka
Bukan masalah untuk direka

Sayang semua seperti persamaan polinomial
Pangkat tiga, empat, bahkan lima
Ah, atau mungkin eksponensial ? 
Sukar diterka, sulit direka

Andai semua bisa dilinearisasi
Tak ada lagi yang berliku sana sini
Yang bisa naik tiba-tiba
Tapi turun sampai negatif seenaknya

Andai semua bisa diterima logika
Bisa dikomputasi dengan elektronika
Bisa dihitung dengan matematika
Asyik Juga.

8/19/15

Sudah Terlalu lama

Yak betul, sudah terlalu lama. Eits ini bukan karena pengaruh dari lagunya Kunto Aji ya(padahal karena tadi baru denger, iya baru denger haha, telat banget ya). Iya jadi tadi gua lagi berseluncur di youtube nyari lagu-lagu asyik buat nambah-nambah playlist gua yang udah uzur. Padahal awalnya gua nyari lagu-lagu rock macem Foo Fighter sama System of a Down, entah angin mana yang membawa gua sampai lagunya Kunto Aji. Angin apapun itu, yang pasti sangat kenceng. Soalnya selagi gua menulis ini gua lagi dengerin lagunya Armada....men dari chop suey-nya System of a Down sampe Pergi Pagi Pulang Pagi-nya Armada. Seperti berlayar dari selat malaka sampai antartika. Random sekali. Youtube memang penuh misteri. 

Entah mengapa saat gua dengerin lagunya Kunto Aji gua jadi kepikiran sama blog ini. Blog ini memang sudah terlalu lama sendiri, gak gua temenin. Untungnya doi gak nyari penulis lain. Bisa repot kalo si blog nyari penulis macem E.L James. Bisa-bisa blog ini jadi kumpulan cerita erotis. Ya, setidaknya kali ini gua mencoba menulis lagi. Sebenernya udah dari lama banget gua mau nulis lagi dan baru kesampaian sekarang. Banyak banget hal yang udah terjadi sejak terakhir kali gua posting di blog ini dan menunggu untuk ditulis dan diceritain. Semoga secepat mungkin bisa terwujud semuanya.

Kali ini gua lagi libur semester genap sampai September nanti. Semester empat kemarin baru aja selesai. Banyak banget ilmu yang gua dapet soal teknik kimia. Neraca massa, neraca energi, termo, mekanika fluida, biologi molekular, permodelan, perpindahan kalor. 


Ini Permodelan Tekim, intinya bikin program buat nyelesain rumus2, iya, emang bikin sakit kalo mata belajar permod 

Kalo ini menggambar proses, jadi intinya kita gambar proses di sebuah pabrik/pengolahan sesuatu 


Semua kata yang tadinya terlihat dan terdengar asing ini sekarang sudah mulai terbiasa berada di salah satu ruang kosong di otak gua. Gua mulai paham dunia teknik dan segala baik dan buruknya. Gua mulai punya gambaran soal lapangan pekerjaan untuk nanti kalo udah lulus. Ya, gua mulai punya gambaran buat jadi seorang pengacara kondang. Ngaco. Tapi ngomong-ngomong soal pengacara, Depok hari ini panas banget ya, pemanasan global memang sudah susah dikontrol. Makin ngelatur, Jangan salahin gua kalo ngelantur, salahin pemanasan global....atau Armada...ya Armada pasti penyebab utamanya. Gua bener2 harus dengerin lagu lain sekarang. Tapi serius deh global warming sekarang udah makin parah teman-teman. Gua selalu pengen jadi seorang insinyur yang paling tidak menjadi satu dari (semoga) banyak orang di luar sana yang membuat bumi jadi tempat yang lebih baik lagi lewat ilmu keteknikannya, bagaimanapun caranya. Atau paling tidak jadi insinyur yang bisa bikin Indonesia yang 2 hari lalu berumur 70 tahun ini jadi negara yang bersih dari polusi, sampah, ataupun polutan2 lain yang sudah terlalu lama mengotori negeri ini. 

Tapi walaupun gua sangat cinta negeri ini, masih sangat banyak yang harus dibenahi, terutama soal kebersihan. Terkadang gua suka emosi juga sama orang-orang Indonesia. Masih sangat banyak orang Indonesia di luar sana yang gak mengargai kebersihan. Entah dari kapan gua selalu kesel kalo ngeliat orang buang sampah sembarangan di depan gua, padahal ada tempat sampah gak jauh dari situ. Kalo gini terus ya gimana rakyatnya bisa sehat? gimana alamnya bisa terjaga? Yaaa, marah2 di sini juga gak ada pengaruhnya. Harus ada kesadaran sendiri, yang pastinya sulit buat dibentuk. Gua cuma bisa berdoa semoga orang orang tinggi di sana (Yao Ming, Kobe Bryant, gadeng, pemerintah maksudnya) bisa melakukan sesuatu biar gua bisa semakin bangga sama negara ini. Aamin. 

Selain belajar, di kampus juga gua mencari kesibukan lain dengan berorganisasi. Entah angin mana lagi yang membuat gua jadi terjun dalam organisasi. Padahal dari dulu gua sangat gak suka yang namanya berorganisasi. Dari dulu gua selalu berpikir organisasi itu cuma buang2 waktu, cuma buat keren-kerenan aja biar dibilang "petinggi" atau "orang penting". Yaa kenyataannya waktu kuliah gua jadi masuk ke dalam dunia organisasi yang dulu gua maki-maki, Semesta menempatkan gua menjadi salah satu pengurus inti IMTK, gua sendiri kadang masih suka heran. Well, everybody can change right ? Ternyata pandangan gua dulu gak terbukti di sini, entah karena emang gua yang salah atau emang ranahnya udah beda. Organisasi merupakan dunia yang cukup baru bagi gua dan banyak banget hal yang masih harus gua pelajarin. Gua masih cupu banget di organisasi, masih keteteran kalo harus ngurusin ini itu dalam waktu sebentar. Tapi dengan segala tekanan dan kesulitannya dunia ini jadi cukup menarik buat gua dan gua dapet banyak hal dari sini. Anehnya lagi adalah temen-temen gua yang dulunya satu pemikiran sama gua soal organsisasi sekarang juga ikut masuk ke dunia organisasi atau kepanitiaan di kampus mereka. Jeka, sekarang jadi wakil himpunan di metalurgi ITS. Shidqi sekarang jadi sangat aktif di BEM FTUI, Nizam aktif di ALSA, Bondhan gak lama kemaren jadi PJ Perlap di Gerakan UI Mengajar dan mungkin lebih banyak lagi kegiatan mereka di organisasi/kepanitiaan yang gak gua tau. Semesta memang penuh kejutan teman-teman

I'm looking forward to writing another post for y'all !

-Dirgahayu ke 70 Indonesiaku


8/3/14

Dan terkadang tidak pernah terpikir, seberapa berharganya seseorang sebelum ia hilang dari kehidupanmu

7/25/14

Terkadang

Terkadang tidak pernah terpikir, seberapa berharganya sesuatu sebelum ia hilang.

Okeeeee, jadi ceritanya beberapa waktu lalu, gua sama anak anak teknik ui berangkat ke desa cileuksa, Bogor, buat melaksanakan kegiatan yang namanya kersos, kersos adalah kerupuk sosis, makanan khas cileuksa. Gadeng. Kersos itu kerja sosial. Jadi di kersos intinya kita melaksanakan salah satu dari tri dharma perguruan tinggi, pengabdian masyarakat. Kersos tahun ini dilaksanakan di desa cileuksa.

Perkiraan gua saat melihat tempatnya (re: desa cileuksa, Bogor) "ini desa paling gak jauh jauh banget nih, masih di bogor ini" Tenyata.....tempatnya sangat diluar ekspektasi, bayangkan, cuma 100 meter dari UI....... Ngaco. Nyatanya buat nyampe sana, kita harus lewat jalan tanah yang kanannya hutan, kirinya tebing, gelap pula. Tinggal dikasih backsound horror jadi deh film horror. Jauh banget. Cileuksa sangat amat jauh dari jalan raya, transporasi kesana pun sulit. Gak kebayang gimana susahnya transportasi logistik kaya beras, minyak dan lain lain di sini.  Begitu sampai, kita langsung diarahin buat ke rumah warga buat tinggal selama kersos. Gua dan kelompok gua dapet rumah di ujung RT 2. Paling jauh. Dan buat ke rumahnya harus naik tangga tanah yang sewaktu waktu bisa longsor. Cakep. Rumahnya sangat sederhana. Jauh dari bayangan rumah yang gua punya selama ini. Isinya hanya perabotan seadanya, lantainya tanpa keramik, kompornya tungku api, lampu seadanya, dan air pun harus nimba dulu dari sumur di belakang rumah. Ya seperti inilah kebanyakan rumah-rumah di sini

Malem pertama kelompok gua di sana cukup mengejutkan. Awalnya kita mau masak mie buat makan malem. Tapi ternyata satupun dari kita kaga ada yang bisa nyalain api di tungkunya..."eh nel itu minyak tanahnya tambahin biar gede apinya" kata fajri, senior dan kabid gua yang juga sekelompok sama gua "oke" "KEBANYAKAN KAMPREET!" Seketika dapur belakang rumah penuh asap dari kayu yang di bakar dengan kejam. "Nah udah gede kan" "INI MAH ELU NGEBAKAR RUMAH ORANG" gua sukses menyulut api...kemarahan kelompok gua. Apinya nyala, tapi beberapa menit abis itu apinya mati.....mungkin kayunya gak terima dibakar dengan cara seperti itu, sangat tidak kayuiawi. Akhirnya kita dibantuin sama ibu yang punya rumah, nah ibu rumah ini punya panggilan nih di kelompok kita. Namanya adalah 'si ibu'...ya kelompok kita memang kurang kreatif. Maaf ya ibu. Si ibu pun menyalakan tungkunya dengan sekejap mata. Pro sekali. Gua curiga si ibu juara bertahan nyalain tungku se-cileuksa. Kita pun masak bisa masak mie berkat si ibu. Terimakasih ibu

Besok paginya kita siap siap mandi. Tapi sebelum itu airnya harus ditimba dulu. Gua sama temen-temen sekelompok gua menimba bagaikan jawara silat main tarik tambang lawan pendekar tengkorak. Semangat bener. Habis mandi kita sarapan, tadinya kita mau masak, tapi ternyata minyak tanahnya abis. Gara gara gua kemaren hahahaha. Untung gua gak dibakar sama mereka. Jadinya kita makan di warung. Setelah itu, peserta kersos dikumpulin di lapangan buat proyek. Jadi di kersos ada banyak proyek; bikin mck, instalasi air, komposter, paud, workshop pendidikan, baksos, dll. Sebagian fisik dan sebagian non fisik. Di lapangan, peserta kersos cerita cerita pengalaman kita di malem pertama, *asik malem pertama*. Kampretnya, ternyata kelompok yang rumahnya di sebelah gua rumahnya cukup modern, ada air pompa, ada listrik, ada kompor, bahkan ada warung. Tinggal tambahin lift aja sama kolam renang. Ini rumah apa hotel? Tapi ternyata ada yang lebih gak beruntung, kak abi, senior gua, dapet rumah yang ga ada toiletnya.....bayangkan bung, ga ada toilet. Rumah tanpa toilet itu bagaikan panda tanpa bambu, bruce lee tanpa kung fu, ash tanpa pikachu. Sendu

Hari pertama gua dapet proyek fisik bikin MCK. Seru banget. Gua banyak belajar tentang konstruksi bangunan. Jadi di sana, penanggung jawab proyeknya itu anak teknik sipil 2011. Doi ngejelasin tuh soal konstruksi bangunan; fondasi, sloof, tulangan, material. Terdengar sangat keren buat gua yang awam soal itu. Abis itu kita mulai proyeknya. Mulai dari mindahin batako, angkat pasir, ngaduk acian, bikin semen bareng bareng. Serunya lagi adalah di sana gua bisa kenalan sama anak teknik lain dengan mudah, tanpa ada batasan departemen atau angkatan dan bahkan langsung akrab setelah itu. Hal yang gabisa lu dapet di kampus. Bener ternyata kata senior2 gua, kersos ini tempat pemersatu teknik. Selain itu, ternyata kersos juga tempat buat ngebentuk otot. Selama kersos gua udah ngangkat macem macem ; tanah, pasir, kerikil, semen, kayu. Masing masing berkali kali. Beh. Temen gua, Agas, bahkan ikut kersos dengan tujuan buat ngebentuk badan. Hebat. Di hari kedua bahkan dia ngangkat semen 1 sak sendirian. Men, 50 kilo diangkat sendiri. Praktis, selama kersos Agas dikenal dengan titel kuli of the year. Tapi gua salut banget sama tukang2 yang bantuin bikin proyek. Ngeliat mereka ngangkat barang seperti ngelihat john cena ngangkat big show. Kalo gua ngangkat kayu 2 meter cuma satu, mereka ngangkat 3. Buset itu beratnya bisa puluhan kilo. Diangkat 3 sendirian, macem superman. Mereka emang udah biasa ngerjain yang gini ginian, karena mereka hidup dari situ. Kalo gak nukang mereka ga bisa makan. Tapi dari nguli pun mereka cuma dapet sedikit. Gua waktu itu ngobrol sama salah satu tukang. Ternyata beliau udah kerja jadi tukang sejak taun 1980an. 34 tahun. Dan bayarannya ya emang gak besar. Tapi mau gimana lagi, katanya.

Setelah proyek, peserta dibebasin buat istirahat. Biasanya kalo sore gua main bola plastik sama anak anak cileuksa di lapangan. Entah udah berapa lama gua gak main kaya gini, yang lain juga keliatannya begitu, soalnya main lawan anak kecil udah kaya main liga profesional, semangat bener hahaha. Abis main bola biasanya kita ngopi ngopi di warung pinggir lapangan sambil ngobrol2. Keanehan lain di desa cileuksa adalah jarangnya pemuda/pemudi di desa itu. Anak kecil banyak, yang tua apalagi, tapi yang remaja jarang. Karena penasaran gua tanya si ibu. "Bu kok di sini jarang ya bu remajanya?" "Di sini teh, upami anaknya udah gede, perempuannya mah langsung nikah" .....Men, langsung nikah. Setelah gua tanya2 ternyata di sini ada sebuah mindset kalo cewek itu pendidikannya gausah tinggi2, kalo udah gede yang penting tinggal nikah dan suaminya bisa ngehidupin. "lamun yang cowok bu?" "yang cowok biasanya kerja nambang emas di gunung, anak ibu juga begitu" "pulangnya kapan bu ?" "Biasanya seminggu juga pulang". Tambang emas di sini adalah tambang emas warga yang peralatannya juga sangat sederhana dan kemungkinan menemukan emasnya 1 ton tanah : 1-5 gram emas. Sangat kecil, tapi butuh kerja sangat keras.

Dari kersos gua dapet banyak hal. Tapi diantara banyak hal itu gua belajar sesuatu yang memang terkadang gua lupain. Gua belajar bersyukur. Bersyukur buat semua yang terjadi dalam hidup gua, bersyukur buat semua yang ada dalam hidup gua. Karena yang sekarang gua punya, sekecil apapun itu, masih ada yang kekurangan di luar sana. Bahkan di bogor, yang deket banget sama depok. Ya, memang kita masih perlu belajar banyak untuk bersyukur dan selalu mendoakan orang lain yang mungkin belum seberuntung kita. Karena terkadang tidak pernah terpikir, seberapa berharganya sesuatu sebelum ia hilang.

-Terimakasih panitia kersos 2014, semoga tahun depan masih bisa ikut lagi ya.

Salam cileuksa !

7/12/14

" I like drinking coffee alone and reading alone. I like riding the bus alone and walking home alone. It gives me time to think and set my mind free. I like eating alone and listening to music alone. But when I see a mother with her child, a girl with her lover, or a friend laughing with their best friend, I realize that even though I like being alone, I don’t fancy being lonely.

Not the talking type

Selamat siang !

Hari lain dalam liburan semester genap, hari lain buat guling gulingan di kasur sampai siang. Agenda gua sewatu liburan sangat kontras sama agenda gua waktu kuliah. Sulit dipercaya kalo waktu kuliah gua bahkan gak tidur gara-gara ngerjain laporan praktikum dan ngerjain tugas-tugas lain sementara waktu liburan gua bisa tidur sampe capek sendiri. Untungnya ini bulan Ramadhan, setidaknya gua kadang keluar rumah buat bukber. Kemarin, waktu bukber, ada temen gua yang nanya ke gua, pertanyaan yang gak asing sebenarnya.

"Nel, kok lu jarang ngomong sih ?"

Ya, bukan pertama kali pertanyaan itu gua temukan. I've never been a big fan of talking, dari dulu gua emang jarang ngomong. Gua cuma ngomong apa yang emang harus dibicarakan. Kadang gua bingung, kenapa gua harus ngomong padahal emang ga ada yang pengen gua omongin. Gua bukan caleg yang lagi kampanye yang teriak teriak tebar janji tapi inget aja enggak dia ngomong apa , gua bukan Tiziano Crudelli yang semangatnya luar biasa kalo lagi ngomentarin pertandingannya AC Milan.

Setiap orang punya pilihan. Dan buat gua, gua memilih untuk lebih banyak mendengar. Beberapa orang bilang sifat kaya gini itu sifatnya introvert, ya mungkin gua memang seperti itu. Buat gua, sangat banyak hal yang bisa lu dapet dengan banyak mendengar. Percaya atau enggak, menjadi pendengar yang baik itu lebih susah daripada menjadi pembicara yang baik. Gua masih inget waktu itu gua ngobrol sama silmi, temen sekelas SMA gua, tentang jarang ngomongnya gua juga " Bener banget nel, emang harusnya kita lebih banyak medengar, kan telinga kita aja dua, mulut cuma satu.."  Yap ,benar. Telinga kita dua, mulut kita satu. Another reason to be a good listener isn't it ? sayang banget banyak orang di dunia ini yang gak merhatiin itu.

- "Listening looks easy, but it's not simple. Every head is a world"

6/30/14

Back on track

Aku kembali.

Lama banget gak nulis lagi. Kangen banget sama yang kaya gini. Nulis berbagai macam hal yang terjadi ; Yang semangatin diri, yang bikin cekikikan sendiri, walaupun kadang basi.

Sekarang gua lagi libur semester genap, yak benar semenjak kuliah gua cuma ngepost waktu liburan doang. Maafkan saya. Omong-omong, ternyata liburan semester genap sangat lama. Cukup lama buat fossil jadi bahan bakar minyak, buat Shincan jadi kelas 6 SD, buat jalan jalan ke kosta rika pake getek dari depok. Tuhkan basi. Ya pokoknya lama deh. Berita baiknya adalah gua punya kegiatan seru selama liburan kali ini : mecahin rekor dunia dengan guling guling di rumah dari subuh sampe magrib dengan kecepatan putaran 50 Rpm. gadeng. Ada kepanitiaan yang kerjanya waktu liburan, yup waktu liburan. Sejauh ini asik banget sih. Karena seperti yang gua bilang di post 2 tahun lalu. Kalo lu ngelakuin sesuatu dengan hati, semuanya bakal kerasa seru. Serius deh

Selama satu semester lalu, banyak yang terjadi, terlalu banyak sampe gua gak inget apa aja. Apa karena emang ga ada yang terjadi ? masih sebuah misteri. Intinya sih gua jadi jauh lebih kenal sama Tekim dan Teknik. Mungkin detailnya bakal gua ceritain di post yang terpisah. biar yahud.

Bener bener kangen nulis kaya gini haha, semoga kedepannya lebih sering lagi ya nulis kaya gini lagi. Yang menunggu, aku kembali. yep i'm back on track

2/1/14

I Hate Crowds

Liburan semester ganjil tinggal beberapa hari lagi, baru kali ini gua ngerasain liburan semester sepanjang ini. Rasanya hidup gua semakin menjelma menjadi pengangguran. Selama liburan gua bener bener diem di rumah, gak pergi-pergi ke luar depok kaya orang-orang. Paling jauh juga ke UI, itu juga karena ada rapat. Bisa-bisa gua lumutan kalo liburan diperpanjang lagi. Sebenernya pengen juga sih liburan kaya orang-orang, tapi apa daya, isi dompet tidak ada sisa, bikin putus asa, cuma bisa di rumah saja, ya gak kemana-mana jadinya. Tapi gua suka banget suasana kampus waktu liburan. Apalagi hari waktu minggu, liburan kuadrat. Waktu liburan itu kampus sepi banget, walaupun masih ada juga sih beberapa orang yang kesana kemari dengan kesibukannya masing-masing. Seperti senior 2010 gua di tekim, waktu liburan semester ganjil mereka harus bimbingan skripsi buat semester depan. Agak kasian juga sih ngeliat muka-mukanya. Air muka mereka berubah dari biasanya. Biasanya keruh jadi butek, Ciliwung juga kalah butek, diteror skripsi sama tugas akhir dari semester ganjil. Yah juniormu ini cuma bisa berdoa kak, semoga dilancarkan jalannya keluar dari kampus ini. Amiin. Atau temen-temen 2013 gua yang sibuk sama organisasi-organisasi baru mereka. Kalo ke teknik pasti kalo ditanya lagi ngapain jawabannya selalu ada rapat sama organisasi. Air mukanya seperti air laut di bunaken, jernih sekali. Kontras sama anak 2010. Yaa tapi cukup menyenangkan melihat itu semua

Seperti yang gua bilang tadi, gua suka banget suasana kampus waktu lagi liburan. Gak cuma kampus sih, semua tempat kecuali tempat liburan yang sewaktu liburan gak ada yang liburan ke tempat yang bukan tempat liburan itu yang gua suka (Nahlo gua nulis apa barusan ). Ya, gua selalu suka tempat yang sepi dan sejuk. Kenapa ? karena gua gak suka keramaian. Dari dulu gua selalu menghindari keramaian, kecuali emang gabisa dihindarin. Mungkin banyak juga orang di luar sana yang merasa seperti ini, dan gua adalah salah satunya. Berada ditengah keramaian itu bikin gua gak nyaman, lebih gak nyaman dari duduk di atas obor patung liberti, atau main petak umpet di lereng gunung Merapi. Mungkin karena ini juga gua jarang nonton konser ataupun hal lain yang positif rame. Kalaupun nonton, harus sama temen yang emang deket. Tapi walaupun gua gak suka keramaian, gua selalu suka liat orang ramai. Aneh ya? iya gua juga bingung, gua lebih suka liat keramaian itu dari jauh daripada berada ditengah-tengahnya. Sebenernya mau lu apa sih nel ?

Salah satu impian gua adalah gua mau rumah gua kalo udah nikah nanti (semoga aja ada yang mau) ada di tempat yang lumayan jauh dari keramaian. Bahkan gua pernah berfikir buat bikin rumah gua di deket hutan atau di gunung sekalian. Hidup sederhana, bisa menikmati alam sepuasnya. Hahaha. Mimpi gua emang kaya mimpinya pensiunan. Tapi yasudahlah, setidaknya Depok belum seramai Jakarta. Walaupun kalo udah macet ngeselinnya luar biasa, masih banyak ruang untuk bernafas dan menikmati keindahannya, walaupun agak maksa.

Kalian luar biasa !

1/5/14

Secercah Semangat

Cukup mengejutkan bagaimana semangat bisa didapat. Semangat memang bisa datang dari mana saja dan kapan saja, susah maupun senang, dia bisa tiba tiba datang seperti angin puting beliung yang datang di musim kemarau, tiba-tiba semuanya terangkat ke atas, berputar-putar penuh semangat, asal jangan ketinggian, jatohnya sakit. Semangat adalah elemen yang cukup penting dalam kehidupan, mungkin bisa mengalahkan elemen anginnya Aang, atau elemen airnya Katara. Tanpa semangat hiduplu bakal kaya jalan tol. Rata, lurus, begitu saja, terus. Semangat juga lah yang lagi gua butuhin saat ini. Semangat buat jalanin kehidupan kampus, semangat buat ngeliat IP pertama yang bikin was-was kaya ibu-ibu nunggu kocokan arisan, dan semangat buat hal-hal lain yang gak bisa gua sebutin satu satu.

Cara yang paling mudah mendapatkan semangat adalah dari diri sendiri. Ya benar, diri sendiri. Selain gratis, semangat dari diri sendiri juga sangat mudah untuk didapatkan. Cuma tingal pikirin tentang itu, dan Boom! lu semangat seketika. Cara ini cukup efektif buat nyemangatin diri lu sehari-hari. Misalnya, Nilai uts kalkulus lu 48,00 nih(true story, kampret sekali). Jangan takut jangan gentar dulu, tarik nafas dalam-dalam, keluarkan lewat mulut, pikirin kalo nilai segitu juga gak jelek jelek amat(padahal emang jelek amat), pikirin kalo lu bisa lebih baik dari itu nanti di UAS, dan pikirin juga kalo temen temen lu (mungkin) juga sama nasibnya sama lu. Seperti itu, dan Boom ! Self Spirit boost ! lu bakal merasa lebih semangat lagi dari sebelumnya. Temporer memang, tapi itu lebih baik daripada gak ngapa ngapain. Seriously, you'll feel better.

Tapi, sayangnya, Self Spirit Boost terkadang tidak berhasil. Self Spirit Boost juga manusia, tidak luput dari kesalahan. Nah kalo kaya gini, biasanya masalahnya emang gak bisa diselesain sendiri. Kalo lu coba selesain sendiri, mungkin bisa, tapi bakal lama. Buat kasus kaya gini, lu butuh yang namanya dukungan dari luar, bisa dari siapa saja; orangtua, adik, kakak, teman, tetangga, pak RT, pak haji, mbok jamu, om satpam, bahkan bisa dari eyang subur, siapatau dikasih mobil. Yah, pokoknya kalo kasusnya kaya gini, emang bakal lebih cepet diatasin lewat bantuan semangat dari orang lain. Caranya ? ya semangatin biasa aja. Sekadar "bro, semangat lah bro" itu udah cukup bikin orang lain dapet semangat yang lu kirim, atau mungkin "muke lu kusut amat, senyum dikit lah" juga udah bisa nyemangatin orang. Akan sangat baik jika semua orang bisa nyemangatin orang seperti itu. Kalo di jalan lu ketemu orang yang lagi murung coba deh lu semangatin, dampaknya bakal positif banget boy, tapi kalo dia malah marah marah itu berarti dia bukan murung, itu mungkin muka lagi nahan hajat.

Beberapa hari yang lalu, gua juga mengalami kasus di mana SSB(bukan sekolah sepak bola) tidak berhasil. Cukup banyak hal yang ada di dalam pikiran gua waktu itu jadi buat nyemangatin diri sendiri juga gak bisa. Jadi waktu itu gua memutuskan buat jalan jalan, sekalian nyari jam tangan baru, jam tangan lama gua copot jarum detik sama menitnya jadi sisa jarum jam doang, padahal niatnya mau pake jam itu sampe tua(pelit banget) Ya mau gamau harus beli baru. Karena gua denger desas-desus kalo ada yang jual jam tangan murah di kober, gua tancap gas ke TKP. Ternyata rumor itu benar ! ada beberapa stand yang ngejual jam tangan yang murah murah. Gua cari-cari sampe akhirnya gua nemu yang kece di suatu stand. Lagi liat liat jamnya, abang yang jualan nanya "Eh lu anak sipil ya ?" katanya. Waduh, salah kamar. "Hahaha, bukan, gua tekim" "Wah, serius lu anak tekim ? pinter dong lu !" Katanya. Ya, dari situ kita jadi ngobrol banyak. Banyak banget cerita yang gua dapet dari dia, mulai dari cerita adeknya dia yang kuliah di sipil UI, cerita dia gagal masuk UI 3 kali, temen-temennya yang udah sukses atau yang kuliah di luar negeri, ngomongin masa depan perminyakan Indonesia, sampe ngomongin pose Nur Mahmudi Ismail. Nah iya gua juga bingung kenapa bisa sampe ke sana. Gak kerasa mungkin udah sampai ratusan menit gua ngobrol sama abang-berkacamata-penjual-jam-tangan-murah-tapi-kece itu. Sampe akhirnya, gua memutuskan untuk pulang, soalnya udah mau hujan. Di akhir-akhir, dia bilang "Pokoknya lu harus jadi orang pinter deh. Kuliah di luar negeri nanti, jadi orang sukses, majuin Indonesia" "Haha, iya doain aja ye" dan gua pergi setelah itu.

Entah kenapa, setelah dari sana gua dapat semangat yang gua butuhin tadi. Gua merasa lebih baik, jauh lebih baik dari sebelumnya. Cukup mengejutkan bagaimana semangat bisa didapat. Semangat memang bisa datang dari mana saja dan kapan saja, susah maupun senang, dia bisa tiba tiba datang seperti angin puting beliung yang datang di musim kemarau, tiba-tiba semuanya terangkat ke atas, berputar-putar penuh semangat.

-Nama penjualnya Abo, coba aja main bro ke standnya dia, stand jam kedua dari pintu masuk stasiun UI

1/2/14

What A Way

Hello everyone

Sekarang gua masih libur semester ganjil. Libur yang lumayan panjang, itu juga yang bikin gua jadi bisa nulis lagi. Kehidupan kuliah memang keras, lebih keras dari batu kali. Dulu gua kira kuliah itu nyantai, bisa kemana mana sesukanya karena pelajarannya gak sebanyak waktu SMA, bisa nyantai bolak balik ke tongkrongan yang dulu biasa ditongkrongin(ini bahasa apa sih sebenernya) sama gua dan temen-temen SMA gua, bisa berhubungan sama seseorang yang jauuuuh di sana dengan lancar. Ternyata ga begitu. Kehidupan kuliah memang banyak banget menawarkan hal-hal yang baru yang pengen banget gua dapetin. Tapi itu dia yang bikin gua gak bisa sebebas yang gua bayangin dulu. Mungkin emang ini gak bisa dihindari, gua bukan Neo di Matrix yang bisa menghindar dari peluru sambil kayang. Sebenernya ga ada hubungannya sama Matrix sih tapi yaudahlah ya. Komunikasi yang memburuk sama orang yang jauuuh di sana adalah mimpi buruk terburuk yang pernah gua bayangin. Well, tapi ternyata mungkin hampir semua kehidupan kuliah sama. Semuanya makin sibuk. Kampus memang adalah tempat menyibukkan diri yang memang paling ideal. Banyak tempat buat lu berkontribusi yang bikin diri lu lebih baik lagi di kampus. Mungkin emang naif, tapi sebenernya gua gabutuh kesibukan itu semua kalo malah jadi gini akhirnya. Arrrrgh crap, malah jadi melankolis begini. Udahlah, yang penting gua semua orang bisa bahagia di manapun mereka menginjakkan kaki. Ya kan ? hehehe

Oh iya, dua hari lalu, ada sebuah event internasional yang sangat tersohor sampai seluruh pelosok dunia mengikutinya. New year's eve atau biasa dipanggil taun baru sama orang Indonesia. Seperti post gua tahun lalu, sampai sekarang gua masih belum ngerti esensi dari perayaan tahun baru. Semua orang nunggu tahun baru buat bikin resolusi kedepannya biar bisa berubah kaya power ranger. Men, berubah mah bisa kapan aja, gausah nunggu tahun baru *emosi sendiri*. Tahun baru sekarang, sama seperti tahun-tahun baru sebelumnya, gua sendirian di rumah, merenung di pojok meratapi nasib. Gadeng. Keluarga gua pergi semua. Gua di rumah sendirian. Kunyuknya, gua demam malem itu. Pusing banget sampe jalan aja kaya orang pengangguran abis perta miras. Dang, what a way to start a year. Yah, gua cuma bisa berharap dan berdoa biar beberapa ratus hari kedepan semua orang diberi kebahagiaan dan keceriaan setiap saat. Sudah cukup banyak hal buruk yang terjadi di 2013, semoga 2014 bisa jadi tahun yang penuh keceriaan. Amiiin.

Salam hangat terdahsyat, sampai jumpa !

12/29/13

Yellow Blue Red

Howdy readers,

Sudah cukup lama sejak gua menyentuh keyboard lagi buat ngisi kotak putih kosong yang biasa dibilang draft. Satu semester, yap satu semester, kurang lebih enam bulan postingan ini tertunda. Alasannya ? kehidupan baru gua. Kehidupan yang sama sekali berbeda dengan SMA, hanya sama di beberapa titik, tapi kalau cuma titik, gabisa buat garis, apalagi bentuk. Gambaran SMA sangat menghilang di kanvas baru kampus. Banyak hal baru yang gua pelajarin di kampus, sangat banyak sampe bingung mau mewarnai kanvas baru tadi dengan warna apa. Tapi yang jelas, background kanvas tersebut kuning, lalu juga ada biru yang ada di bagian dalam kanvas dan merah yang ada tepat di tengah kanvas.

Kuning, Universitas Indonesia, sebut saja UI. waktu keterima di UI, gua was-was kaya orang mau nyebrang jalan, sebenernya gua pantes gak sih masuk di sini ? apa emang ini tempat gua ? dan banyak pertanyaan pertannyaan lain yang hinggap di kepala gua waktu itu, entah kenapa gua jadi kaya gitu, parno sendiri kaya ikut uji nyali. Yasudahlah tapi untungnya perlahan itu semua hilang. Maba UI 2013 pertama tama harus ikut yang namanya OBM, orientasi belajar mahasiswa, disitu maba diajarin basicnya bertahan hidup di UI seperti bagaimana mencari jejak tapir di hutan UI buat diburu dan cara menentukan arah mata angin dan rasi bintang. Gadeng. Di OBM gua nemu banyak macem orang orang dari berbagai daerah dan dari berbagai fakultas juga, sangat seru interaksi sama mereka. Semakin membuka pikiran gua kalo dunia itu sangat luas, begitu luas sampai Depok yang menurut gua udah cukup besar jadi sangat kecil, kecil sekali. Habis OBM maba UI waktu itu harus ngikutin yang namanya rangkaian mahasiswa baru atau apalah itu namanya gua juga lupa. Yang paling gua inget adalah latihan paduan suara. Jadi, mahasiswa baru UI itu mau gak mau suka gak suka harus ikut latihan paduan suara. Angkatan 2013 UI waktu itu kalogasalah ada 8000an orang, di sini gua juga semakin sadar, kalo gua itu kecil, kecil banget, gua itu cuma 1 diantara ribuan orang yang datang dari berbagai tempat. Tapi memang itu kenyataannya, gua ada di sini, di UI, ngecewain ratusan, bahkan ribuan orang yang mau masuk UI yang pilihan jurusannya sama kaya gua, udah seharusnya bersyukur, ya bersyukur, sangat bersyukur

Biru, Fakultas Teknik, biasa dipanggil FT, atau teknik saja. Adalah fakultas yang gua tempati untuk beberapa tahun ke depan. Teknik adalah sebuah tempat yang sangat nyaman buat gua. Di sini, di teknik, gua belajar banyak hal. Terutama kebersamaan. Kebersamaan teknik sangat terasa mulai dari MADK, Masa adaptasi dunia kampus. Ospeknya teknik. Hmm isi dari MADK ini pokoknya sangat 'menyenangkan' dari beberapa sudut pandang. Dalam rangkaian MADK ada kegiatan yang mengaruskan 1 angkatan per jurusan untuk menginap 3 malam di satu tempat yang namanya rumah belajar atau biasa disingkat rumbel. Di situ adalah saat dimana angkatan 2013 sangat dekat. Begitu dekat sampai sampai gua ketindih temen gua waktu tidur di rumbel, akhirnya gua ngalah dan tidur di dapur, kaya kucing. Kucing aja gak tidur di dapur. Yah pokoknya asik banget lah. Selain itu banyak juga kegiatan lain buat maba yang bikin maba 2013 makin solid lagi. Di teknik cukup banyak acara yang seru, yang paling gua inget sih waktu kemarin Olimpiade UI 2013. Asik banget suporteran bareng anak anak teknik lain buat dukung fakultas biru. Dan mereka juga gila gila kalo suporteran, kadang suka paduan suara kebun binatang kalo teknik dijelek jelekin, kadang juga suka 'silaturahmi' sama lawannya kalo teknik dicurangin. Hahaha sangat seru, menjadi bagian dari mereka. Semoga teknik tetap seperti ini.

Merah, Departemen Teknik Kimia, alias DTK, tekim juga bisa. Departemen tempat gua mengadu nasib. adalah departemen di teknik yang terkenal dengan akademisnya yang luar biasa. Faktanya adalah, sebagian besar dari warga di DTK adalah 'pelarian' dari fakultas kedokteran UI. Ya benar, dokter, tidak salah lagi. Gua sampai sekarang masih kurang paham korelasi dari kedokteran sama tekim. Tapi emang bener kalo anak tekim itu kebanyakan awalnya mau masuk kedokteran. Nah, ya wajar sewajar wajarnya wajar kalo dibilang tekim itu terkenal sama akademisnya. Nah itu dia yang jadi perkara juga. Di tekim, semuanya pinter. Implikasinya adalah semakin terlihat kalo gua bukan orang yang sering belajar. Sompret sekali. Tapi untungnya anak anak tekim gak cuma belajar doang. Tekim juga adalah tempat nongkrong yang asik, anak-anak tekim gak seperti yang gua bayangkan, gua kira tekim adalah departemen yang warganya gabisa hidup tanpa belajar, selalu haus ilmu, sampe buku diblender sama mereka buat diminum. Well, ternyata mereka juga manusia biasa seperti gua. Huh padahal gua mau nyoba juga minum blenderan buku, siapa tau jadi pinter beneran.

Sooooo 3 warna tadi adalah kehidupan gua yang sekarang. Background dari kanvas gua yang bakal gua warnain buat jadi mahakarya gua kedepannya. Semoga gua bisa survive dalam kehidupan kampus yang segini gilanya dan bisa berguna buat orang lain nantinya. Oh iya, dan semoga gua bisa bahagia di sini seperti orang orang lain yang udah menemukan kebahagiaannya di luar sana.

See ya !

7/19/13

Level up !

Hey ! damn how i miss this thing. Udah lama banget gak nulis lagi. Rasanya tangan ini sudah kehilangan sentuhannya. Setelah ngurusin urusan yang perlu diurusin akhirnya bisa juga nulis lagi huehe, let's get started folks !

Gua agak bingung mau mulai dari mana karena cukup banyak yang udah terjadi belakangan ini. Yaudah ceritanya seinget gua aja yak. Jadii, setelah selesai UN dan hasilnya di umumin, akhirnya kerja keras di kelas 12 terbayar kontan gapake kredit. 34Cakrawala lulus semuanya gak ada yang ketinggalan. Sangat membanggakan. Denger denger juga nilai UN smansa terbaik ke 2 di Jawa Barat. Woah, that's really something man. Masih keinget muka muka temen temen gua waktu ngumpul di sekolah abis pengumuman. Semuanya bahagia, nilai berapa itu gak penting, "yang penting lulus" semua bilang begitu. Haha padahal terbaik ke 2 se Jawa Barat. Dan pada detik itu kita naik pangkat dari alumni nanggung ke alumni belom dapet kuliah. Masih ada pengumuman SNMPTN, undangan. Bukan kondangan

Sambil nunggu pengumuman gua masih setia sama siklus hidup gua masa post-UN. Rumah-NF-smansa-rumah. Jaga jaga kalo emang takdirnya harus ujian lagi ujian lagi. Kalo gak salah waktu itu gua juga masih sibuk bikin bikin properti persembahan angkatan di sekolah, bikin jam, papan tulis, dan sutet. Iya sutet, biasa aja dong. Dan waktu itu pengumuman undangannya sore sore, gua masih di sekolah buat ngurusin properti. Eh waktu itu masih rapat rapat gitu deh. Ya, jadi waktu lagi rapat, tiba tiba shidqi teriak waktu lagi buka hape. Waiya, udah mulai pengumuman ini. Seketika rapat pun bubar. Anak 34 ngumpul di lapangan semua. Ada yang teriak teriak, lompat lompat, sujud, dan ada juga yang nangis. Gua ngeliatin semuanya dari pinggir lapangan. Sama Uday, sambil ngobrol2. Waktu itu gua gak tau KAP gua, jadi gua belom bisa buka. Penasaran, uday buka, "gimana day?" "nih" sambil ngeliatin hp yang ada kotak merah berisi permohonan maaf. Di rumah, gua buka juga. Isinya ? sama kaya uday, kotak merah berisi maaf.


Mungkin yang nulis ini lagi buru buru ya. T sama P nya sampe kebalik wk. Yaaaa jadi gua masih harus dateng ke NF buat belajar. Gak sedikit temen temen gua yang keterima lewat jalur ini. Mantap lah emang. Semua yang dapet undangan juga ngasih semangat buat yang gak dapet. Tapi sebenernya gua agak kasian juga sama yang nyemangatin. Serba salah masalahnya, mungkin niatnya nyemangatin tapi malah bikin yang disemangatin marah. Semangat ya sang penyemangat. Mereka cuma lagi gak stabil emosinya, jangan diambil hati haha. 

Abis pengumuman undangan....ada perpisahan ! perpi Khatulistiwa namanya, singkatannya gua lupa tapi bagus. Perpinya juga bukan di gedung biasanya, pokoknya beda deh dari yang kemarin kemarin. Di situ ada banyak acara, persembahan angkatan, film angkatan, flashback. Semuanya terbilang sukses. Properti persembahan angkatan juga dibilang keren. Hahaha bangga jadi anak properti, satu yang gak gua suka, kenapa si sutet dipanggil syuti. Men, syuti ? gak ada sangar sangarnya pisan. Bikin itu sutet gak gampang, bolak balik toko matrial buat beli paralon 2 meter 5 batang, bolak balik Mitra 10 buat beli sambungan paralon, kunci motor nijam patah waktu beli sambungan sama gua sampe harus balik ke smansa naik angkot. Semua itu buat bikin sutet yang harusnya keliatan sangar...ah yasudahlah, yang penting sukses acaranya huehue

2 hari setelah Perpi, ada SBMPTN, undangan versi tulis, eh bukan undangan ye namanya kalo gitu. Ya itulah pokoknya, harapan gua besar banget sama ujian yang ini, entah kenapa. Waktu itu gua ujian di SMP 4 jakarta. Tempatnya tua...peninggalan jaman dulu mungkin, mejanya aja bolong bolong. Kalo gak bawa papan jalan bisa tembus, bukannya ujian malah nyoblos. Soal esbeemnya beda sama tryout2 di NF. Lebih susah. Kampet lah ini mah. Lumayan panik juga baru hari pertama ngeliat soal yang begitu. Oh iya, yang ngawas waktu itu ada guru sama mahasiswa UI. Kasian banget mahasiswa ruangan gua, gak dikasih duduk sama gurunya, jadi sepanjang ujian berdiri doang sambil keliling kalo bosen. Sabar ya bro, kalo bosen mending kerjain soal gua deh. Hari ke dua juga sama, bahkan ada soal IPA terpadu yang nyelip di soal kimia gua. Kacrut. Ini soal kenapa bisa nyasar di sini sih. Dan SBM sukses bikin gua was was gak dapet kuliah

Abis SBM sebenernya ada SIMAK, jalur masuk mandirinya UI, tapi gua ga ikut. Telat daftar. hahaha sialaaan. Dan akhirnya gua ikut UM UGM. Ujiannya di jakarta juga, di SMA 61. Beda jauh sama SMP 4 tempat ujian ini futuristik abis. Baru masuk udah disambut lampu lampu LED yang ada tulisannya, di sebelah kiri lorong masuk ada kotak absen sidik jari kaya buat guru di smansa. Tapi ini buat murid...dan ada 4 alat. Beh sadis. Ada sutet juga di situ, lebih dari satu bahkan. Tapi tetep enakan smansa kalo buat ngaso mah. Soalnya ? banyaknya bukan main. Hampir kejang kejang tangan ngebuletin jawabannya. Salut sama yang waktu itu ngambil ipc. Mungkin kalo abis itu kalian ke gym bisa kuat ngangkat barbel 70 kilo pake jari

Oh iya, sebelum itu juga ada perpi Snowman, seperti biasa, seru seru semua acaranya, panitinya mantap ! jadi kangen lagi sama kelas 12...Okey, long story short, ada pengumuman SBMPTN. Pengumumannya dimajuin sebelum puasa, biar puasanya fokus katanya haha. Waktu itu pengumumannya jam 5an, gua masih ngerembugin lagu buat album SM sama kuarimen. Gua pulang, solat, baru buka biar berkah. Daaan, Alhamdulillah kali ini gak ada lagi kotak merah. Gua keterima. Sayangnya temen temen gua masih ada yang belum dapet, tapi gua yakin mereka bisa dapet yang terbaik. Dan tadi pagi ada pengumuman SIMAK. Sepertinya banyak juga yang dapet lewat jalur ini, But, shoot, temen gua masih ada yang belum keterima. tenang kawan, doaku untukmu

Dan sekarang gua udah mulai kangen sama kehidupan di smansa. Damn man, belum kuliah aja udah begini. Harus sadar kalo gua udah naik level. Kalo ibarat main game udah pindah tempat leveling, bukan di sma lagi. Ganti equipment juga, bukan seragam smansa lagi. Ganti party, bukan sama temen yang dulu lagi. Upgrade skill sama stat, bukan pemikiran anak sma lagi, lu itu mahasiswa bro. 

Iya, mahasiswa yang masih ingin jadi siswa

5/15/13

Huh

Huah.
Hampir selesai
Semua ini
Hanya tinggal beberapa lama lagi

Huh.
Kenapa cepat sekali
Semuanya berganti
Tidak sama lagi

Hmm.
Mungkin itulah realita hidup ini
Yang tidak sama dengan imajinasi
Harus terus berlari

Ha.
Setidaknya masih bisa bermimpi
Tenggelam dalam imajinasi
Hilangkan semua ini



Duh, ini apaan sih. Kaya mahasiswa sekarat gara gara ngerjain skirpsi yang gak kelar kelar.

Yow everibadeh, sekarang kebanyakan alumni nanggung smansa mulai sibuk sama yang namanya film angkatan sama persembahan angkatan buat perpisahan nanti. Persembahan angkatannya itu kaya drama musikal gitu konsepnya bro. Ya gua doain aja deh semuanya lancar biar perpisahan kita gak kalah sama taun taun sebelumnya. Gua doain juga semuanya lulus UN sama lolos undangan biar kaga usah repot ujian lagi. Capek kan diuji terus. Kalo dapet duit kaya uji nyali baru semangat. Nanti di ruang ujiannya ada kamera, dikasih bekel kacang sama aer 1 liter. Kalo gak kuat ngerjain soalnya tinggal melambai ke kamera

Pokoknya semangat bro !




5/2/13

Uen

Ahoy. Sudah lama ya tidak berjumpa, kangen gua sama lu brooo

Oke, jadi gua udah selesai UN waktu itu, tanggal 15 April. Segala macem cara udah gua pake demi bisa ngerjain UN, mulai dari pergi ke banten nemuin jagoan debus buat belajar, mampir ke kerajaan nyi roro kidul, sampe konsultasi ke eyang subur. Ini UN apa tempur lawan jin ? Ah yaudah pokoknya ratusan soal udah dikerjain lah demi si UN. Yaaa walaupun tetep aja gua ngerasa usaha gua masih jauh dibawah temen temen gua seangkatan. Nah UN nya itu bro, ngawur. Masa iya LJKnya tipis banget. Kertas bungkus gorengan juga masih lebih tebel. Terus gua liat di tipi distribusi soal UNnya telat, bahkan ada daerah yang udah dikirimin paket soalnya tapi pas dibuka ga ada isinya. Coba bayangin muka muridnya yang lagi duduk udah siap ngerjain tapi kaga ada soalnya. Ya marah marah juga ga ada gunanya sih, semoga UN tahun depan dan kedepannya lagi bisa lebih baik penyelenggaraannya, LJKnya pake kertas bungkus gorengan biar lebih tebel.

Abis UN selesai gua udah mulai merasa seperti alumni. Kalo dateng ke sekolah udah ga pake seragam lagi. Agak sedih juga sih, semuanya terasa sangat cepat. Eniwei, Rutinitas gua abis UN itu cuma bolak balik rumah sama bimbel NF. Belajar buat esbeempeteen. Paling abis itu ke smansa buat numpang solat. Yap, cukup monoton. Terus waktu itu ada futsal angkatan, timnya tim kelas X. Ha ! waktu itu rekor gak pernah menangnya X5 pecah ! X5 menang 2 kali, dua kali bray ! lawan X2 sama X3 *bekson we are the champion* Rasanya pengen nangis.

Terus kalo april itu pasti ada apa hayo ? ada AKSI ! AKSI 36 Alteration tahun ini namanya. Dan tahun ini gua sama band gua, The Quarryman, ikut audisi setelah semedi beberapa hari memberanikan diri. Hasilnya, kita kepilih, buat megangin kabel sama jadi ganjelan drum. Gadeeng . AKSI 36 ngundang bintang tamu Tompi. Yang dateng gak kalah sama aksi tahun lalu. Kolabs sama Showcasenya juga keren. Terus waktu itu gua ngeliat ada panitia ngambilin polybag dari tong sampah, gua jadi keinget tahun lalu haha. Ternyata rasanya beda, sekarang dan dulu. Untung sekarang gua gak ketiduran lagi sampe jam 1, bisa repot kalo jadi kebiasaan tiap ada AKSI ketiduran.

Sekarang gua kembali sama rutinitas gua, bangun siang, makan, NF, pulang, makan, tidur. Ya beginilah rasanya jadi alumni nanggung. Masih digantung. Kerjaannya luntang lantung.

Doain aja semoga hasil UN dan SNMPTN anak Cakrawala dan Indonesia bagus semua. Biar kita bisa jadi penerus bangsa Indonesia


3/16/13

Semansa

Entah ada angin apa beberapa hari yang lalu gua belajar di perpus bareng jeka sama wibi. Yaa ada peningkatan lah dari cuma uring-uringan di depan kelas main gitar. Lagian juga anak sekelas udah mulai menyibukkan diri dengan bermacam kertas bertuliskan kata-kata dan angka, yang harus diselesaikan dengan logika. Yaudah pokoknya gua bertiga lagi di perpus, belajar. Karena bosen, gua liat liat buku yang ada di lemari. Dan ternyata ada kumpulan "sejarah kota asal" yang waktu itu ditugasin waktu kelas X. Kita liat tugas kita masing masing dan sadar betapa gak niatnya kita bikin tugas itu, margin acak acakan, cuma copy paste doang. Haha, yaa setidaknya gua punya kontribusi buat nambahin koleksi buku di perpus, itu juga kalo ga dibuang ke gudang tuh buku

Puas baca, gua nyari-nyari buku lain lagi. Dan gua nemu buku tahunan, angkatan 2006 kalogasalah. Lanjutlah kita baca lagi. Isinya, bisa ditebak, masih alay. Kita bertiga ngetawain nama nama panggilan siswa yang ada di BT itu. Koleksi namanya mantep mantep, Bahkan ada juga di BT itu ada juga yang namanya djawir, setelannya retro abis, rambut klimis. Bikin cekikikan. Terus di bagian belakang ada snapshot2 smansa waktu tahun 2006. Wih. Keren banget. Smansa masih seger banget di foto itu. Belum ribet kaya sekarang, dimana mana yang keliatan cuma tembok. Karena penasaran gua nyari foto foto smansa yang lebih jaman dulu lagi di rumah. Daaaaaaaaan ini yang gua temuin :


Guru smansa tahun 1997(Salut buat guru2 yang sampe sekarang masih ngajar, bukan main)
  Penampakan lapangan smansa 1993
    Lorong deket perpus 1993

Koridor tempat mading sekolah 1993
Tangga deket tribun 1996

WC cowok cewek (dulu digabung) 1993
Lapangan w/ lio as background 1996(Anjir...ini keren abis, serius)
        

Haha, apapun itu, smansa ternyata emang kece banget jaman dulu. Masih ijo banget semuanya. Tapi smansa yang sekarang juga tetep kece dengan caranya sendiri. Gua sering motoin setiap sudut smansa kalo lagi iseng dari kelas X. Entah buat apa, tapi siapa tahu itu bisa ngingetin gua sama sekolah tempat gua berjuang ini kalo udah gede nanti.


- Seriously, Smansa is beautiful in it's own way

3/12/13

Another babbling

Timeline twitter gua sekarang penuh sama "H-hari" atau "D-hari" menuju UN. Tiap kali gua ngeliat itu, mata gua iritasi. Kenapa mereka harus nulis itu ? apakah emang udah jadi kewajiban kalo mau UN harus seperti itu. Gua merasa tertekan seperti pemain sepakbola yang dikejar kejar 3 pemain belakang lawan. Bukan tertekan lagi, mungkin ini udah di-tackle sama 3 pemain tadi sampe guling guling di lapangan gak karuan kaya ulet bulu

Yah, mungkin itu cara mereka memotivasi diri mereka. Tapi yang jelas gua gak mau repot mikirin UN berapa lama lagi. Dia aja gak mikirin gua, ngapain gua mikirin dia ? emang dia siapa ? -_- Sayangnya dia punya ancaman yang bahkan bisa bikin chuck norris merinding ketakutan. Gak lulus. Argh, senjata yang lebih mematikan dari bom plutonium ini emang selalu jadi ancaman. Menggangu kenyamanan dan merusak ketentraman

Aside from that, Kemaren gua abis foto BT. Buku Tahunan. Salah satu hal yang susah dilupain. Seru banget. Mulai dari ngumpul subuh-subuh, main-main di lapangan, duduk-duduk di pintu belakang mobil, ngeliat banyak hal yang biasanya gak pernah diliat di hari hari biasa, jalan-jalan keliling citayam naik motor sambil cosplay, ngetawain kostum yang kocak-kocak, ngomongin hal hal seru. Haha, semoga panas-panasan kemaren terbayar lunas sama bagusnya foto Snowman di BT nanti

Setidaknya beban hidup gua terangkat sedikit karena kalian. Thanks.