12/16/18

Semoga yang dimungkinkan

Pada pojok ingatan terdalam
Buku usang, gersang
Lembar demi lembarnya menguning
Diam-diam dalam kelam
Draf-draf kosong
Ide-ide buram
Kegelisahan tak tertulis
Manusia yang tidak peduli, mungkin.

Halo, apa kabar?
Ternyata sudah hampir 3 tahun tidak berkunjung. Beberapa tahun ini memang banyak hal yang terjadi, banyak yang seharusnya tertulis di sini. Sayang belum terjadi. 

Mungkin perlu waktu untuk mengingat lagi semua hal yang terjadi beberapa tahun belakangan; Akhir kuliah, skripsi, sidang, wisuda, pelepasan, pekerjaan, dan banyak peristiwa diantara itu semua. Semoga ingatan gua masih sanggup mengambil lagi semua detail dari ujung-ujung terjauh neuron otak. 

Dulu gua pernah berhipotesa, usia mempengaruhi jumlah tulisan. Ya ternyata hal itu benar. Paling tidak untuk gua. Hal itu bener-bener gua rasakan sejak akhir kuliah. Kesibukan yang bertambah berjalan linier dengan waktu yang perlu dialokasikan. Saat ada waktu kosong, waktu itu selalu gua gunakan untuk istirahat. Bahkan waktu untuk main game gua juga sudah jauh berkurang sekarang. Mungkin ada benarnya juga gambar ini:

Tapi mungkin juga gua cuma menghindar dari kenyataan lain. Mungkin memang gua ga ada kemauan sendiri untuk nulis lagi, dengan menggunakan kesibukan sebagai pemanisnya. Mungkin gua terlalu terfokus pada apa yang harus gua kerjakan, mengesampingkan semua yang opsional, yang tidak penting, yang tidak signifikan. Mungkin menulis blog bagi gua sudah tidak relevan lagi, kuno. Mungkin.

Entahlah apa yang menjadi alasan utamanya, mungkin akumulasi semua alasan itu-lah yang jadi alasan utamanya. Mungkin ini yang orang-orang sebut writer's block. Kondisi penulis yang tidak bisa menulis lagi, kehilangan ide, kemauan, dan alasan. Mungkin.

Yang jelas gua selalu senang bisa klik kotak oranye dengan kata publish di atas layar gua setelah menulis apapun. Gua selalu senang bisa denger ada orang baru lagi yang baca blog ini. Rasanya menyenangkan bisa tau ada orang lain yang baca cerita-cerita bodoh gua. Semoga tulisan ini dan selanjut-selanjutnya tidak cuma menjadi draf-draf yang menunggu dihapus. Semoga semakin banyak lagi alasan-alasan lain untuk menulis. Semoga ini menghilangkan semua mungkin-mungkin. Semoga.

No comments:

Post a Comment